Ketika musibah menjadi indah

Karena kelelahan bekerja , perubahan cuaca serta tidak diimbanginya pemasukan energi, protein dan vitamin ke tubuh akhirnya saya sakit beberapa hari. Walau kini masih terasa kurang enak badan tapi saya bisa ngeblog lagi, senang rasanya bisa kembali ngeblog.

Jam kerja mulai dari sore hingga tengah malam membuat saya tidak dapat melakukan ibadah yang biasa dilakukan malam hari seperti tahajud, mengaji al quran setelahnya dan ibadah lainnya. Namun karena memang ditugaskan malam, harus diterima dengan penuh keikhlasan dimana memang bekerja harus dilakukan sebagai suatu ibadah bukan karena hal lainnya seperti daripada nganggur.

Menurut keterangan  jika seseorang sakit,maka  dosa dosa kecil diampuni. Di balik sakit itu ada kenikmatan tersendiri karena sebagai suatu musibah, maka harus diterima dengan ikhlash. Kenikmatan yang saya rasakan selain dihapusnya dosa dosa kecil juga antara lain bisa sholat tahajud tiap malam( karena selain karena saya memang harus banyak tidur untuk istirahat juga karena pengaruh obat yang ada efek tidurnya sehingga ketika terbangun tengah malam saya langsung tahajud).

Namun jika dibandingkan dengan nikmat sehat, maka nikmat sehat lebih besar dan dapat beribadah dengan optimal. Menurut keterangan, Mukmin yang kuat lebih disukai dibandingkan dengan mukmin yang lemah. Untuk kuat dibutuhkan sehat.

Sakit, juga bisa merupakan suatu ujian bagi manusia. banyak yang tidak tahan menghadapi ujian ini sehingga banyak yang ingin mati. Na’udzibillahi min dzalika ( Aku berlindung kepada Alloh dari yang demikian).

Padahal dibalik kesusahan ada kemudahan. Sabar dan bertawakkallah ketika mendapatkan ujian berupa sakit dan ketika mendapati musibah sakit ini ucapkanlah inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Leave a Reply